Jumat, 28 Desember 2012

Misteri Rumah Kosong di Bekasi


Cerita mistis tentang rumah kosong ternyata tidak hanya ada di film saja. Di Bekasi tepatnya, di Perumahan Bumi Sani Permai (BSP), Desa Setia Mekar Kecaman Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi juga ada rumah kosong yang cukup melegenda bagi warga sekitar.

Rumah hantu itu berada di Blok F5 No. 23, rumah tersebut dibangun sejak tahun 1985 namun tidak pernah ditempati sama sekali oleh pemiliknya dan tidak pernah disewakan.


Rumah tersebut milik seorang wanita yang bekerja dan tinggal di Jakarta. Yang karena tidak di tempati, warga meminta izin untuk di pakai sebagai tempat latihan tenis meja pagi hingga siang hari di saat libur dan sang pemilik mengizinkanya dengan senang hati.

Nah berawal dari situlah, rumah tersebut menjadi terkenal.  Tapi bukan karena ada kegiatan tenis meja. Rumah tersebut terkenal karena keangkeranya.

Seringkali di rumah itu pada malam hari terdengar suara musik, orang menyanyi, orang tertawa, dan lain sebagainya. Namun, jika orangawam masuk ke dalam rumah yang gelap gulita itu, suara-suara tersebut menghilang dengan sendirinya, dan tidak ada siapa-siapa di sana.

Pernah terjadi pada suatu malam seorang pelayan toko air mineral mengantar galon ke rumah itu. Sepenuturanya, dua jam sebelum dirinya mengantar galon datang wanita berparas cantik ke tokonya dan memesan air mineral segalon dan minta agar air tersebut diantar. Secara lisan wanita cantik tersebut memberitahukan alamat rumah sekaligus membayar air yang dipesanya. Pemilik toko lantas menyuruh pelayan tersebut mengantar. Setelah diantar alangkah kagetnya karyawan toko tersebut ketika warga memberitahu bahwa rumah tersebut tidak berpenghuni. Pasca kejadian itu, karyawan tersebut berhenti kerja dan pulang kampung dengan alasan trauma dengan pembeli air misterius tersebut.


Kejadian lain yang membuat bulu kuduk berdiri adalah menimpa seorang penjualbakso yang baru beberapa hari berjualan di BSP. Pada malam Jumat itu hujan turun deras, dan si penjual bakso berteduh di pos ronda yang terletak di depan rumah Blok F5 No. 23. Ia duduk sendirian di pos ronda sambil berharap hujan cepat reda.

Tiba-tiba penjual bakso dikagetkan dengan kemunculan seorangperempuan muda berpakaian serba putih, dan entah dari mana datangnya. Perempuan cantik dan ramah itu memesan semangkok bakso dan ingin memakannya di pos ronda. Sementara penjual bakso sibuk menuang bakso dan mi di gerobaknya, si perempuan duduk di belakangnya. Ketika pesanan telahsiap, si penjual bakso terperanjat, karena si perempuan tak ada di pos ronda! Lalu sayup-sayup terdengar suara ketawa seorang perempuan dari rumah kosong. Hal itu membuat si penjual bakso ketakutan dan langsung dia mengambil jurus langkah seribu.

Seorang tokoh masyarakat BSP yang rumahnya persis di depan rumah Blok F5 No. 23, yakni Pak Heni, menuturkan, rumah itu ada penghuninya, yakni makhlukhalus. Pak Heni bisa melihat langsung para penghuninya. Dia sering kali mengatakan kepada warga bahwa tak perlu takut pada rumah itu asalkan janganberbuat maksiat di tempat itu, seperti minum-minuman keras, minta nomor buntut, judi, berzinah, dan lain sebagainya. Jika ada yang berbuat maksiat di rumah itu, maka akan mendapat risiko.

Namun, ada juga warga yang tak mengindahkan nasihat Pak Heni. Pernah terjadi seorang pria yang ingin cepat kaya raya bersemedi sehari semalam di rumah itu untuk mencari wangsit nomor buntut. Setelah itu ia pulang ke rumahnya, dan taklama kemudian pria itu berteriak-teriak dengan histeris, dan naik ke atap rumahnya, serta menjadi tontonan warga. Pak Heni kemudian ‘mengobati’ pria yang kesurupan itu.

“Jangan diulangi lagi berbuat maksiat di rumah itu ya?” kata Pak Heni menasihati setelah pria itu sembuh.

Aku termasuk orang awam, dan tak bisa melihat makhluk-makhluk halus yang konon menghuni rumah kosong tersebut. Aku rutin latihan pingpong di pagihingga siang hari pada hari libur, dan juga sering begadang di pos ronda di depan rumah itu, namun tak pernah mendengar suara-suara aneh seperti yang dialami oleh beberapa orang tetanggaku.

Kisah ini didapat berdasarkan penuturan warga sekitar


1 komentar :